Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pertarungan Terakhir Powell: Fed Terpecah Jelang Keputusan Rate Cut Paling Sulit

 Pertemuan The Federal Reserve (The Fed) pekan ini diprediksi menjadi salah satu yang paling menentukan dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Jerome Powell yang memasuki masa akhir jabatannya, bank sentral AS tersebut dihadapkan pada keputusan sulit: mempertahankan suku bunga tinggi atau mulai merancang pemotongan (rate cut) yang lebih agresif. Suasana di ruang rapat diperkirakan akan tegang, mencerminkan perpecahan internal di antara para pejabat terkait prioritas kebijakan.

Dilema The Fed: Lapangan Kerja Penuh vs. Harga Stabil

Inti perdebatan dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terletak pada mandat ganda The Fed: mencapai lapangan kerja penuh dan menjaga stabilitas harga. Beberapa anggota mulai mendorong untuk penurunan suku bunga lebih lanjut guna melindungi kekuatan pasar tenaga kerja. Namun, pihak lain masih khawatir dengan risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda, terutama dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan di masa depan.

Pertemuan bulan Desember ini disebut-sebut sebagai keputusan paling sulit sejak September 2024. Jerome Powell akan memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebelum penggantinya—yang akan dipilih oleh Presiden terpilih Donald Trump—diumumkan pada tahun depan, menambah lapisan kompleksitas politik pada situasi ini.

Proyeksi dan Tantangan ke Depan

Tanpa data ekonomi kunci untuk bulan Oktober dan November yang tertunda akibat gangguan sistem, para pejabat harus membuat keputusan dengan informasi yang tidak lengkap. Dalam pertemuan ini, The Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi terkini (dot plot). Analis memperkirakan proyeksi tersebut kemungkinan hanya akan menunjukkan dua kali pemotongan suku bunga selama tahun 2025, sebuah sinyal yang lebih hati-hati daripada yang diharapkan pasar.

Kekhawatiran utama berasal dari ancaman inflasi akibat kebijakan tarif yang diusung oleh Donald Trump. Meskipun dampaknya sejauh ini belum separah yang ditakutkan, ancaman ini tetap menjadi bayang-bayang yang mempengaruhi perhitungan The Fed untuk tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan.

Ringkasan Poin Kunci:

AspekDeskripsi
Kondisi FOMCTerjadi perpecahan internal antara fokus pada lapangan kerja dan kekhawatiran inflasi.
KepemimpinanPertemuan terakhir Jerome Powell sebelum transisi kepemimpinan tahun depan.
Proyeksi Kebijakan (Dot Plot)Diperkirakan hanya menunjuk pada dua kali pemotongan suku bunga di 2025.
Risiko EksternalKebijakan tarif dari administrasi Trump menjadi faktor ketidakpastian utama.
Kendala DataPengambilan keputusan dilakukan tanpa data ekonomi kunci Oktober-November.

Prospek dan Implikasi untuk Pasar Global

Keputusan The Fed pekan ini tidak hanya berdampak pada ekonomi AS, tetapi juga akan menjadi sinyal penting bagi pasar keuangan global. Sinyal yang terlalu hati-hati dapat meredam optimisme pasar, sementara langkah yang lebih dovish (mendukung pelonggaran) dapat mendorong rally aset risiko.

Apa pun hasilnya, keputusan ini akan menjadi waratan terakhir Jerome Powell dalam mengarahkan kebijakan moneter AS, sekaligus menentukan landasan bagi penerusnya dalam menghadapi lingkungan ekonomi dan politik yang sangat dinamis.

Posting Komentar untuk "Pertarungan Terakhir Powell: Fed Terpecah Jelang Keputusan Rate Cut Paling Sulit"